Kaki Bionik Vanderbilt: Kemajuan Integrasi Antara Manusia dengan Mesin

Setelah melakukan penelitian dan percobaan selama tujuh tahun, Pusat Intelligent Mechatronics di Universitas Vanderbilt, Amerika Serikat, berhasil menciptakan sebuah kaki prostetik bionik. Berbeda dengan kaki prostetik konvensional, kaki bionik ini dilengkapi dengan motor elektrik yang menggerakkan persendian lutut dan pergelangan kaki. Teknologi ini memberikan kemudahan kepada penggunanya untuk berjalan, khususnya ketika menyusuri tangga dan jalanan yang landai.
Kiri-kanan: Craig Hutton, pengguna kaki bionik, dan Michael Goldfarb, pemimpin tim teknisi dari Universitas Vanderbilt.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kecepatan jalan hingga 25% dibanding dengan pengguna kaki prostetik konvensional. Selain itu, penggunaan kaki bionik Vanderbilt membantu pengguna menghemat 30 hingga 40% dari energi yang dikeluarkan untuk berjalan. Baterai yang digunakan untuk mengoperasikan kaki bionik berbobot 4,5 kilogram ini diklaim dapat bertahan hingga tiga hari atau mencapai jarak tempuh sejauh 13 hingga 14 kilometer dalam satu kali pengisian.

Para teknisi dari Universitas Vanderbilt dipimpin oleh Michael Goldfarb, seorang profesor teknik mesin, yang mengatakan bahwa kaki bionik Vanderbilt merupakan bukti kemajuan teknologi yang mengintegrasi manusia dengan mesin. Mereka berhasil melengkapi kaki bionik ini dengan sejumlah sensor yang memonitor setiap gerakan penggunanya. Jajaran sensor tersebut disandingkan dengan sebuah microprocessor yang memprediksi gerakan yang ingin dilakukan oleh pengguna, kemudian mengoperasikan kaki bionik untuk memfasilitasi gerakan tersebut. Selain membantu pengguna berjalan, para teknisi juga melengkapi kaki bionik tersebut dengan sebuah teknologi yang membantu menjaga keseimbangan pengguna.

0 comments:

Post a Comment

Connect with Us!

Banner 300x250

Most Popular

Internet

Home Style

Fashion

Money

Azon Profit Master

Beauty

Sekolah Internet Indonesia

Computer

Life Style